Home » TIPS PROPERTI » Tips Beli Rumah Bekas Tanpa Perlu Was-was
Beli Rumah Bekas

Tips Beli Rumah Bekas Tanpa Perlu Was-was

PAKUBUMI.com – Ada banyak alasan seseorang memutuskan untuk membeli rumah bekas. Selain keburu dipakai, faktor finansial juga menjadi alasannya. Tetapi membeli rumah bekas justru akan membuat Anda lebih teliti lagi dalam membeli. Ya namanya juga ‘bekas’.

Supaya nanti Anda tidak kecewa dengan kondisi rumah pasca dibeli. Untuk ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan cek kondisinya agar sesuai dengan harga maupun keinginan Anda.

Kali ini PakuBumi bakal memberikan beberapa tips yang dapat dijadikan referensi ketika ingin membeli rumah bekas. Simak!

#1 Jangan Terpukau Kondisi Ekterior

Tampilan luar rumah yang megah, bersih, dan rapi, jangan Anda jadikan tolok ukur untuk langsung jatuh hati pada rumah tersebut. Tetapi cobalah untuk melihat bagian dalam rumah sedetail mungkin.

Jangan ragu untuk meminta izin kepada empunya rumah, karena itu hak Anda sebagai pembeli untuk mengeceknya sebelum membeli.

Cek kondisi dari bagian bawah (lantai) hingga atas (atap). Kalau perlu ajak kawan yang paham soal bangunan, sehingga Anda bisa terbantu untuk mengecek kondisinya secara benar. Misalnya saja kondisi tembok, cek apakah masih kokoh semua, atau ada yang retak atau bahkan ada yang terkena rayap. Kondisi cat juga dilihat.

Hal-hal detail seperti itu nantinya akan berpengaruh pada harga jualnya. Kalau Anda beli dalam kondisi rumah yang minus, tetapi harga mahal, maka Anda akan rugi. Karena paska membeli Anda harus merenovasi kembali.

Owh ya, kalau Anda juga mendapatkan bonus perkakas properti seperti kursi, tempat tidur atau almari, cek juga kondisinya. Pokoknya semua harus dicek!

#2 Cek Usia Bangunan

Bangunan dan properti yang ada di dalamnya memiliki usia. Cobalah untuk menanyakan usia bangunan, maupun semua properti yang ada di rumah tersebut. Kapan terakhir dilakukan renovasi. Ini bertujuan untuk memudahkan Anda menghitung waktu untuk renovasi nantinya.

Kalau usia sudah lama, dan sudah lama tidak dilakukan renovasi, harga jualnya pun bisa turun lagi.

#3 Cek Kondisi Udara & Pencahayaan

Rumah yang sehat adalah memiliki sirkulasi udara yang seimbang. Anda harus melihat desain rumahnya dan jumlah ventilasi yang ada. Apakah sirkulasi udaranya lancar? Kondisi dalam rumah sejuk atau kering atau lembab?

Hal ini sangat menentukan kesehatan Anda bersama keluarga nantinya saat di rumah tersebut.

Selain itu masalah pencahayaan juga perlu diperhatikan. Apakah rumah tersebut memiliki pencahayaan terbuka yang baik? Jika tidak itu artinya ketika siang hari harus memakai lampu. Dampaknya akan menambah beban penggunaan listrik. Sangat tidak hebat kan…

Rumah yang pencahayaan alaminya kurang, serta sirkulasi udara tidak lancar, akan menyebabkan timbulnya berbagai serangan, seperti jamur dan rayap. Selain itu tentu tidak baik untuk kesehatan penghuni rumah.

 

#4 Sumber Air Lancar?

Tips selanjutnya Anda perlu mengecek sumber airnya. Jika sumber air dari sumur (gali/pompa), tanyakan apakah setiap musim airnya lancar. Anda juga bisa melihat kondisi airnya, jika perlu cek tingkat kejernihan atau kemurniannya. Jangan sampai airnya tercemar dengan limbah atau zat berbahaya.

Bicara masalah air, Anda juga perlu menanyakan lokasi septic tank. Apalagi jika rumah tersebut menggunakan air yang bersumber langsung dari sumur. Jarak antara sumur dan septic tank minimal 8 meter.

#5 Masalah Kelistrikan

Soal kelistrikan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah daya listrik rumah tersebut. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Anda nanti. Terus di meterannya apakah berfungsi dengan normal. Bagaimana kelancaran pembayarannya. Jangan sampai pemilik rumah sebelumnya menunggak pembayaran berbulan-bulan. 😀 Kan nggak lucu.

Terus kondisi instalasi kelistrikan rumah, apakah berfungsi baik atau ada yang trouble. Hal seperti ini tentu selain dicek langsung juga harus ditanyakan ke pemilik rumah.

#6 Keabsahan Surat-Surat

Yang paling penting dari beberapa hal di atas itu adalah surat-surat rumahnya, baik IMB, sertifikat kepemilikan, SHM, SHGB, dll. Pokoknya masalah legalitas harus dicek betul. Jangan sampai Anda membeli rumah yang ternyata memiliki perkara dan status sengketa. Kan nggak lucu!

Kalau perlu cek legalitasnya ke notaris, supaya Anda benar-benar puas. Karena ini masalah hukum. Kalau nanti bermasalah, yang kena imbasnya juga Anda. Kalau dulu rumah tersebut dibeli dengan sistem KPR, Anda pun juga bisa lebih mudah mengeceknya ke pihak bank mengenai nilai dari keseluruhan properti rumah itu.

Baca juga : Jenis-Jenis KPR Yang Perlu Anda Ketahui

***

Nah, apabila semua kriteria di atas sudah didapatkan, kini Anda tinggal menimbangnya sesuai harga yang ditawarkan dengan kondisi rumah. Anda boleh nego dengan acuan kondisi yang sudah dilihat.

Mungkin itu saja sedikit tips membeli rumah bekas dari kami, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua.